Sejarah dan Kronologi Reformasi Indonesia 1998

Baiklah kali ini saya mau bahas tentang reformasi indonesia yang mana hari ini bertepatan pada 14 tahun reformasi di indonesia. Banyaknya budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia membuat sebagian para pemuda dan mahasiswa lupa akan hari bersejarah ini yang mana kita tau bahwa yang membuat pergerakan baru pada indonesia ini adalah tokoh pemuda dan mahasiswa indonesia.

Sejarah Reformasi Indonesia

by.Dian Pratama 20/05/2012

Di zaman reformasi ini, agama saja di reformasi orang (pemurnian-tajdid), kenapa kita tidak memurnikan sejarah. Kenapa kita harus mempertahankan dan mendukung “ajaran sesat” sejarah yang sudah jelas kebohongan, penipuannya dan menyesatkan itu. Kenapa kita masih mau diperbodoh oleh sejarah tanpa rasa kritis sedikitpun. Kenapa kita harus mewariskan kesesatan ini kepada generasi kita yang akan datang.? Bukankah pertanyaan (kritis) itu adalah pintu ilmu (pepatah Arab). Bukankah kita di ajar dan dilatih untuk selalu bertanya what, why, when, where, how?

Pertanyaan: Benarkah Negara Indonesia dijajah oleh Belanda selama 350 Tahun dan oleh Jepang Selama 3,5 Tahun?

Jawaban: Indonesia tidak pernah dijajah selama 350 tahun., sebab;

1. Negara Indonesia berdiri secara resmi dan sah sejak 17 Agustus tahun 1945 dan Belanda mengakuinya tahun 1948. Ciri-ciri sebuah negara dalam sains politik antara lain; adanya pemimpin, ada undang2, ada rakyat, ada wilayah, ada batas negara dan sebagainya. Dan semua itu belum ada sebelum 1945 di Indonesia

2. Penjajahan Indonesia hanya berlaku sejak 17 Agus 1945 saja yaitu sekitar 3 tahun saja

3. Sebelum 1945 belum ada yang namanya negara Indonesia. Yang ada adalah Hindia Belanda, kepuluan melayu, Nusantara dan sebagainya.

4. Usia Indonesia sekarang (2012) baru 66 Tahun dan tidak mungkin dijajah selama 350 tahun.

Pertanyaan: Benarkah bangsa Indonesia dijajah selama 350 Tahun?

Jawaban: Bangsa Indonesia tidak pernah dijajah selama 350 tahun sebab;

1. Belum ada yang namanya bangsa Indonesia ketika itu

2. Pulau Jawa dijajah selama 350 tahun mungkin ia, tetapi pulau-pulau lainnya tidak. Semua daerah tidak sama masanya ditaklukkan oleh Belanda. Aceh, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagainya tidak dijajah dalam tahun yang sama.

3. Tidak ada satu kesatuan ketika itu, tidak ada satu kepemimpinan di kepulauan ini selama 350 tahun itu, yang ada hanya raja-raja seperti di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagainya yang masing-masingnya dibawah kepemimpinan tersendiri.

Tepatkah Negara Indonesia Disebut Merdeka Tahun 1945?

Kalimat yang tepat Untuk Indonesia pada tahun 1945 adalah KELAHIRAN bukan kemerdekaan. Karena Belum pernah ada negara yang bernama Indonsia dijajah sebelum tahun 1945. Merdeka pada tahun 1948 seperti yang diakui oleh Belanda karena selama 3 tahun itulah Indonesia dijajah adalah lebih tepat lagi -sudah terbentuk negara Indonesia- Dijajah selama 3 tahun dan lalu merdeka pada tahun 1948.

Mengapa kita harus kaku dan terkongkong disaat pemerintah selama ini gagal dalam mensejahterakan rakyat, padahal ribuan tahun yang lalu rakyat di kepulauan ini pernah makmur dibawah kerajaan Aceh, Demak, Sulu dan sebagainya?

Kenapa kita harus fanatik buta dengan negara kesatuan padahal konsep itu tidak pernah mengeluarkan bangsa dan negara ini dari kongkongan kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan yang disebabkan oleh pemerintah yang gagal?

Kenapa kita tidak melihat solusi lain yang juga sah, legal, halal dan terbukti mensejahterakan rakyat dinegara-negara lain seperti otonomi khusus, federal, kemerdekaan daerah atau apapun namanya, tetapi masih disebut negara Indonesia seperti yang berlaku di USA yang terdiri dari 50 negara bagian, Australia 6 negara bagian, Venezuela 23 negara bagian, UAE 7 negara bagian, Malaysia 13 negara bagian dan lain-lain yang lebih 75% negara didunia menganut sitem federal. Mereka masih tetap dengan bangganya mengatakan saya orang Amerika, Australia, dan sebagainya. Mereka tidak mengatakan saya orang negara bagian dsbnya.

Ataukah kita sepakat rela, ridho, tawakal saja untuk selamanya sampai hari kiamat merasakan penderitaan, kesakitan dan penyiksaan ini. Padahal Tuhan telah menganugrahkan kita akal untuk berpikir realistis dan fleksibel mencari jalan dan cara yang lebih baik dan terbaik untuk kemakmuran bersama, untuk pembangunan bersama, untuk masa depan bersama. sehingga tidak terkesan bahwa negara ini hanya milik mereka, dibawah kuasa mereka dan kita-kita ini hanyalah menompang dan menjadi masyakarat kelas kedua di negara yang menjadi warisan nenek moyang kita ribuan tahun lamanya ini?

Bukan negara seperti ini yang mau diperjuangkan oleh pahlawan Islam yang berjuang mati-matian sampai tetesan darah terakhir seperti Tuanku Imam Bonjol, Tuanku Tambusai, Diponegoro, Cut Nyak Din, Raja Haji dll dan jutaan ummat Islam yang berjuang dengan mereka lainnya.

Kronologi Reformasi 1998

Pergerakan ReformasiReformasi merupakan formulasi menuju Indonesia baru dengan tatanan baru. Buah perjuangan reformasi itu tidak dapat dipetik dalam waktu yang singkat, namun membutuhkan proses dan waktu. Berikut ini kronologis singkat dalam perjuangan menegakkan era reformasi 1998:

5 Maret 1998


Dua puluh mahasiswa Universitas Indonesia mendatangi Gedung DPR/MPR untuk menyatakan penolakan terhadap pidato pertanggungjawaban presiden yang disampaikan pada Sidang Umum MPR dan menyerahkan agenda reformasi nasional.  Mereka diterima Fraksi ABRI


11 Maret 1998


Soeharto dan BJ Habibie disumpah menjadi Presiden dan Wakil Presiden


14 Maret 1998


Soeharto mengumumkan kabinet baru yang dinamai Kabinet Pembangunan VII.


15 April 1998


Soeharto meminta mahasiswa mengakhiri protes dan kembali ke kampus karena sepanjang bulan ini mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta dan negeri melakukan berunjukrasa menuntut dilakukannya reformasi politik.


18 April 1998


Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jendral Purn. Wiranto dan 14 menteri Kabinet Pembangunan VII mengadakan dialog dengan mahasiswa di Pekan Raya Jakarta namun cukup banyak perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang menolak dialog tersebut.


1 Mei 1998


Soeharto melalui Menteri Dalam Negeri Hartono dan Menteri Penerangan Alwi Dachlan  mengatakan bahwa reformasi baru bisa dimulai tahun 2003.


2 Mei 1998


Pernyataan itu diralat dan kemudian dinyatakan bahwa Soeharto mengatakan reformasi bisa dilakukan sejak sekarang (tahun 1998-red).


4 Mei 1998


Mahasiswa di Medan, Bandung dan Yogyakarta menyambut kenaikan harga bahan bakar minyak ( 2 Mei 1998 ) dengan demonstrasi besar- besaran. Demonstrasi itu berubah menjadi kerusuhan saat para demonstran terlibat bentrok dengan petugas keamanan. Di Universitas Pasundan Bandung, misalnya, 16 mahasiswa luka akibat bentrokan tersebut.


5 Mei 1998


Demonstrasi mahasiswa besar – besaran terjadi di Medan yang berujung pada kerusuhan.


9 Mei 1998


Soeharto berangkat ke Kairo, Mesir untuk menghadiri pertemuan KTT G -15.  Ini merupakan lawatan terakhirnya keluar negeri sebagai Presiden RI.


12 Mei 1998


Aparat keamanan menembak empat mahasiswa Trisakti yang berdemonstrasi secara damai.  Keempat mahasiswa tersebut ditembak saat berada di halaman kampus.


13 Mei 1998


Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi datang ke Kampus Trisakti untuk menyatakan duka cita. Kegiatan itu diwarnai kerusuhan.


14 Mei 1998


Soeharto seperti dikutip koran, mengatakan bersedia mengundurkan diri jika rakyat menginginkan. Ia mengatakan itu di depan masyarakat Indonesia di Kairo. Sementara itu kerusuhan dan penjarahan terjadi di beberapa pusat perbelanjaan di Jabotabek seperti Supermarket Hero, Super Indo, Makro, Goro, Ramayana dan Borobudur.  Beberapa dari bagunan pusat perbelanjaan itu dirusak dan dibakar. Sekitar 500 orang meninggaldunia akibat kebakaran yang terjadi selama kerusuhan terjadi.


15 Mei 1998


Soeharto tiba di Indonesia setelah memperpendek kunjungannya di Kairo. Ia membantah telah mengatakan bersedia mengundurkan diri.  Suasana Jakarta masih mencekam. Toko – toko banyak di tutup. Sebagian warga pun masih takut keluar rumah.


16 Mei 1998


Warga asing berbondong – bondong kembali ke negeri mereka. Suasana di Jabotabek masih mencekam.


19 Mei 1998


Soeharto memanggil sembilan tokoh Islam seperti Nurcholis Madjid, Abdurachman Wahid, Malik Fajar, dan KH Ali Yafie. Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir 2,5 jam (molor dari rencana semula yang hanya 30 menit) itu para tokoh membeberkan situasi terakhir, dimana eleman masyarakat dan mahasiswa tetap menginginkan Soeharto mundur.


Permintaan tersebut ditolak Soeharto. Ia lalu mengajukan pembentukan Komite Reformasi. Pada saat itu Soeharto menegaskan bahwa ia tak mau dipilih lagi menjadi presiden. Namun hal itu tidak mampu meredam aksi massa, mahasiswa yang datang ke Gedung MPR untuk berunjukrasa semakin banyak.
Sementara itu Amien Rais mengajak massa mendatangi Lapangan Monumen Nasional untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
20 Mei 1998


Jalur jalan menuju Lapangan Monumen Nasional diblokade petugas dengan pagar kawat berduri untuk mencegah massa masuk ke komplek Monumen Nasional namun pengerahan massa tak jadi dilakukan. Pada dinihari Amien Rais meminta massa tak datang ke Lapangan Monumen Nasional karena ia khawatir kegiatan itu akan menelan korban jiwa.  Sementara ribuan mahasiswa tetap bertahan dan semakin banyak berdatangan ke gedung MPR / DPR. Mereka terus mendesak agar Soeharto mundur.


21 Mei 1998


Di Istana Merdeka, Kamis, pukul 09.05 Soeharto mengumumkan mundur dari kursi Presiden dan BJ. Habibie disumpah menjadi Presiden RI ketiga.



About these ads

Tentang dianpratamasurya

Sedikit munafik tidak apa-apa, karena orang yang terlalu jujur hanya ada dalam komik.
Tulisan ini dipublikasikan di Pengetahuan Umum dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s